Mosok Jurnalis Hanya Boleh Copy Paste Press Release?

JAKARTA – Aturan Ke Untuk draf Rancangan Undang-Undang tentang Penyiaran (RUU Penyiaran) yang melarang tayangan eksklusif jurnalisme investigasi terus menuai kritikan. Kali ini, kritikan itu disampaikan Dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

“Untuk konteks hari ini, melarang penyiaran Inisiatif investigasi Untuk draf RUU Penyiaran Di dasarnya mengebiri kapasitas paling premium Didalam insan pers, sebab investigasi tidak semua bisa melakukannya,” katanya Untuk keterangannya, Kamis (16/5/2024).

Dia menilai, masih ada waktu Sebagai mengkaji ulang draf RUU Penyiaran. Menurutnya, pemangku Aturan perlu mendengar dan menyerap seluruh aspirasi Kelompok dan media Untuk menyusun RUU Penyiaran.

Salah satunya, kata dia, Yang Terkait Didalam klausul yang mengatur tentang larangan penyiaran Inisiatif investigasi. Menurutnya, larangan itu sama saja Didalam membunuh jurnalisme.

Apalagi, kata dia, informasi pendek seperti breaking news atau info viral relatif sudah sering diambil alih media sosial. Maka itu, ia menilai, jurnalisme sangat diandalkan Untuk melahirkan informasi yang panjang, lengkap, dan mendalam.

“Mosok jurnalisme hanya boleh mengutip omongan jubir atau copy paste press release? Ketika breaking news, live report Malahan berita viral bisa diambil alih Dari media sosial, maka investigasi adalah nyawa Didalam jurnalisme hari ini,” kata pria yang juga akrab disapa Gus Imin ini.

Dia berpendapat, regulasi Yang Terkait Didalam Penyiaran harus mampu mengatasi tantangan jurnalisme Untuk ruang digital tanpa mengancam kebebasan berekspresi. Ia paham betul pentingnya kebebasan berpendapat Bagi Kelompok dan pers.

Apalagi, ia pernah bekerja sebagai jurnalis ketika menjabat Kepala Litbang Tabloid Detik Di 1993 dan tempatnya bekerja tersebut Merasakan pembredelan Dari Orde Mutakhir. Atas dasar itu, ia merasa kemerdekaan pers harus tetap diberikan.

“Pers adalah salah satu pilar Kedaulatan Rakyat. Jika kebebasan pers dibatasi, artinya kita juga mengekang Kedaulatan Rakyat,” kata Gus Imin.

Kendati demikian, Gus Imin menitipkan delapan pesan agenda perubahan Sebagai pemerintahan Ke Didepan yakni, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya, menitipkan agar kebebasan pers bisa dijamin.

“Maka Didalam itu, saya titipkan 8 Agenda Perubahan kepada Pemimpin Negara terpilih, Pak Prabowo, yang isinya Didalam tegas meminta agar Mutu Kedaulatan Rakyat diperkuat, sekaligus menjamin kebebasan pers. Kebebasan Pers Di dasarnya adalah kontrol Sebagai hal yang lebih baik,” pungkasnya.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Mosok Jurnalis Hanya Boleh Copy Paste Press Release?